06 Jun 2010, 4:01 pm / Alhamdulillah, Tenang dan damai
berapa lama aku bisa meratapi lewat tekanan ini hati dan jiwa berapa lama aku bisa menjadi musim gugur yang muram semenjak kedukaan mengugurkan daunku seluruh ruang rohku terbakar dalam kepedihan berapa lama aku bisa sembunyikan api kemahuan untuk bangkit keluar daripada kebakaran ini berapa lama aku bisa menanggung kesakitan benci manusia lain sahabat berlaku bagai seteru
dengan keremukan hati berapa banyak lagi aku bisa terima pesanan dari tubuh ke roh aku percayakan cinta aku bersumpah dengan cinta percayalah cintaku berapa lama bagai tawanan duka aku bisa merayu kemaafan engkau tahu aku bukan seketul batu atau besi tetapi mendengar ceritaku meskipun air akan menjadi sekuat batu andai aku bisa menghitung semula ceritera kehidupanku dari tubuhku akan semarak api -Rumi
|